Catatan Redaksi

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita, anda dapat juga mengirimkan artikel atau berita sanggahan dan koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11 dan 12) undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email Redaksi atau Hubungi No telpon tercantum di bok redaksi

Iklan Disini

Breaking News

Tegaskan Marwah Melayu, Kombes Pandra dan Kombes Boy Jackson Pastikan 11 Ribu Personel Polda Riau Berbudaya dan Berintegritas Tiap Jumat



PEKANBARU – Komitmen melestarikan budaya Melayu sekaligus memperkuat identitas moral anggota Polri ditegaskan jajaran Polda Riau melalui peluncuran penggunaan tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat.

Program tersebut resmi diluncurkan dalam apel di halaman Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Jumat (20/2/2026), dan akan diterapkan oleh sekitar 11.000 personel Polda Riau di seluruh wilayah Provinsi Riau.

Apel dipimpin Kepala Biro SDM Polda Riau, Boy Jackson Situmorang, serta dihadiri pejabat utama Polda Riau, perwakilan pemerintah daerah, tokoh adat, dan Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Kombes Boy Jackson: Tanjak dan Selempang Simbol Amanah dan Kehormatan

Dalam amanatnya, Kombes Boy Jackson Situmorang menegaskan bahwa penggunaan tanjak dan selempang bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol nilai, kehormatan, dan tanggung jawab moral.

“Tanjak adalah simbol marwah dan kehormatan. Selempang melambangkan amanah yang harus dipikul dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan. Ini bukan sekadar pakaian adat, tetapi pengingat moral bagi setiap anggota Polri,” tegasnya.

Ia menambahkan, bagi Polda Riau, penggunaan simbol budaya Melayu memiliki dua dimensi tanggung jawab: konstitusional dan kultural.

“Sebagai penegak hukum, anggota Polri bertanggung jawab kepada negara. Namun sebagai bagian dari masyarakat Melayu, kita juga bertanggung jawab menjaga nilai adat dan kearifan lokal. Implementasinya harus tercermin dalam pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berkeadilan,” ujarnya.

Menurutnya, kedekatan dengan identitas budaya lokal akan memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah legitimasi tertinggi bagi setiap tindakan kepolisian. Tanpa kepercayaan, kewenangan tidak akan bermakna,” tambahnya

Kombes Pandra: Polri Penjaga Keamanan dan Peradaban

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan kebijakan ini sebagai bentuk representasi Polri yang mencintai budaya di tempat bertugas.

“Setiap hari Jumat, sekitar 11 ribu personel Polda Riau dan jajaran akan mengenakan tanjak dan selempang sebagai wujud penghormatan terhadap budaya Melayu. Ini simbol bahwa Polri bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga penjaga peradaban dan kearifan lokal,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa nilai budaya harus berjalan seiring dengan profesionalisme dan integritas.

“Berbudaya bukan berarti mengurangi ketegasan. Justru dengan berakar pada nilai luhur Melayu — santun, beradab, dan bermarwah — anggota Polri akan semakin kuat dalam menegakkan hukum secara tegas dan berintegritas,” ungkapnya.

Dukungan Lembaga Adat Melayu

Ketua Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengapresiasi langkah Polda Riau sebagai institusi vertikal pertama yang secara kolektif mengadopsi simbol budaya Melayu dalam identitas kelembagaan.

“Ini pilihan tepat di abad budaya. Polda Riau berada di garis depan dalam menjaga marwah Melayu. Kami siap mendukung agar nilai kebudayaan terus hidup dan mengakar dalam pelayanan publik,” tuturnya.

Perkuat Identitas, Perteguh Integritas

Peluncuran penggunaan tanjak dan selempang ini diharapkan tidak hanya memperindah tampilan personel, tetapi juga memperkokoh komitmen moral dan profesionalisme anggota Polri.

Dengan semangat budaya Melayu yang menjunjung tinggi marwah, amanah, dan kejujuran, Polda Riau menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap humanis, tegas, dan berintegritas demi terwujudnya keamanan serta ketertiban yang berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

Report: Sudirlam
© Copyright 2022 - Radar007