PEKANBARU – Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing Polda Riau Tahun 2026 berlangsung penuh semangat di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Minggu (15/2/2026). Kegiatan bertema “Aksi Pemuda untuk Lingkungan Bersih, Aman, dan Berkelanjutan” ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol gerakan moral dan ekologis yang digagas jajaran Polda Riau.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, tampil sebagai penggerak utama program Green Policing yang menitikberatkan pada pendekatan preventif, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan hidup.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta dari 11 provinsi yang ambil bagian dalam lomba tersebut.
> “Alhamdulillah, hari ini kita diberikan akal sehat untuk menyampaikan ide dan gagasan lewat narasi yang mendorong kita terus berpikir memberi solusi bagi lingkungan dan manusia, bahkan dengan cara yang sederhana,” tegas Kapolda.
Ia menekankan bahwa Green Policing adalah wujud pemolisian modern yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada pembangunan kesadaran kolektif masyarakat.
Berdasarkan hasil survei yang dipaparkannya, luas hutan Riau dalam 10 tahun terakhir menyusut drastis dari 5,7 juta hektare menjadi 1,7 juta hektare atau mengalami degradasi hingga 75 persen akibat kebakaran hutan dan deforestasi.
> “Selama hampir 20 tahun kita lebih banyak bermuara pada pemadaman. Sekarang kita bergerak ke hulu. Kita lakukan penanaman pohon dan membangun sistem pencegahan. Ini bukan sekadar program, ini komitmen integritas untuk masa depan,” ujarnya tegas.
Kapolda juga mengajak generasi muda mengubah paradigma dari antroposentrisme menjadi ekosentrisme.
> “Di hutan ada kehidupan, ada gajah, harimau, dan seluruh ekosistem. Kita harus menjadi penjaga, bukan perusak. Kalian adalah agen perubahan,” pesan Irjen Herry penuh humanisme.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, turut menegaskan bahwa Green Policing bukan hanya agenda internal kepolisian, melainkan gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
> “Green Policing adalah gerakan moral yang menyentuh kesadaran publik. Antusiasme 102 peserta dari 11 provinsi menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan menjadi isu bersama lintas daerah,” ujar Kombes Pandra.
Ia menjelaskan, lomba yang dibuka sejak 14 Januari dan ditutup 3 Februari 2026 itu menjadi wadah edukatif sekaligus inspiratif bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyuarakan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan.
> “Kami ingin membangun narasi positif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tugas bersama. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai penggerak perubahan sosial,” tambahnya.
Adapun para pemenang berasal dari berbagai daerah, dengan juara pertama kategori Pelajar Riau diraih Andhini Nirmala Putri (SMAN 2 Tebing Tinggi), sementara kategori Pelajar Luar Riau dimenangkan Afghan Thoriq Muhammad Dilla Hamdan (MAN 22 Jakarta). Pada kategori Mahasiswa, posisi pertama diraih Edi Sahputra (Universitas Terbuka).
Dengan berakhirnya ekshibisi ini, Kapolda Riau dan Kabid Humas Polda Riau menegaskan komitmen untuk terus mengawal Green Policing sebagai gerakan berkelanjutan demi menjaga ekosistem dan masa depan Bumi Lancang Kuning.
Green Policing bukan sekadar slogan, melainkan panggilan integritas dan kemanusiaan untuk menyelamatkan alam demi generasi mendatang.
Report: Sudirlam
Social Header
Catatan Redaksi
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita, anda dapat juga mengirimkan artikel atau berita sanggahan dan koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11 dan 12) undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email Redaksi atau Hubungi No telpon tercantum di bok redaksi
Link List
Iklan Disini