Catatan Redaksi

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita, anda dapat juga mengirimkan artikel atau berita sanggahan dan koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11 dan 12) undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email Redaksi atau Hubungi No telpon tercantum di bok redaksi

Iklan Disini

Breaking News

Kapolda Riau dan Kapolres Siak Teguhkan Sinergi Ramadhan: Humanis, Tegas, dan Berintegritas Bersama UAS di Tabligh Akbar 1447 H



SIAK – Nuansa religius dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Apel Polres Siak pada Jumat (20/2/2026) malam. Ratusan jamaah memadati lokasi dalam kegiatan Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H yang menghadirkan dai nasional Abdul Somad Batubara (UAS) dengan tema “Ramadhan Memperkuat Sinergi Polri dan Masyarakat Dalam Menjaga Kamtibmas.”

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Herry Heryawan selaku Kapolda Riau, didampingi Wakapolda Riau Hengki Haryadi, serta sejumlah pejabat utama Polda Riau. Turut hadir Kapolres Siak Sepuh Ade Irsyam Siregar, Wakapolres Siak Akira Ceria, Bupati Siak Dr. Afni Z, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan pondok pesantren, hingga masyarakat umum.

Diperkirakan sekitar 700 jamaah hadir, terdiri dari personel Polri, prajurit TNI, serta masyarakat Kabupaten Siak.

Kapolda Riau: Ramadhan Momentum Memperkuat Integritas dan Ketakwaan

Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat integritas dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ramadhan adalah madrasah akhlak. Di bulan suci ini, kita dilatih jujur, disiplin, dan amanah. Integritas anggota Polri harus lahir dari ketakwaan kepada Allah SWT. Jika hati bersih, maka pelayanan kepada masyarakat akan tulus dan berkeadilan,” tegas Kapolda.

Ia juga menyampaikan pesan humanis kepada masyarakat agar terus menjaga kebersamaan dan persaudaraan.

“Kami hadir bukan untuk ditakuti, tetapi untuk melindungi dan mengayomi. Mari kita jaga Siak dan seluruh Riau dengan semangat persatuan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan itu bagian dari ibadah,” ujarnya.

Kapolda turut mengingatkan seluruh anggota Polri agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri.

“Jangan nodai institusi ini dengan perbuatan tercela. Jadilah polisi yang profesional, berintegritas, dan dicintai masyarakat. Pengawasan bukan hanya dari pimpinan, tetapi dari Allah SWT,” pesannya penuh makna religius.


---

Kapolres Siak: Polres Harus Jadi Rumah yang Ramah bagi Umat

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin Polres Siak bukan hanya kantor penegakan hukum, tetapi juga rumah yang ramah bagi umat. Ramadhan ini momentum memperkuat ukhuwah dan sinergi dalam menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya terhadap pelayanan publik yang bersih dan responsif.

“Kami berkomitmen bekerja dengan hati dan integritas. Tidak ada ruang bagi penyimpangan, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan masyarakat. Kepercayaan publik adalah amanah yang wajib kami jaga,” tegasnya.

Kapolres turut mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Tausiyah UAS: Disiplin, Sedekah, dan Green Policing

Dalam ceramahnya, UAS menekankan bahwa Ramadhan melatih disiplin spiritual dan sosial. Ia juga memperkenalkan konsep Green Policing, yakni menjaga keamanan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Menjaga manusia itu penting, tapi menjaga alam juga bagian dari ibadah. Tanam pohon, jaga bumi, itu juga sedekah,” pesan UAS yang disambut tepuk tangan jamaah.

Suasana berlangsung khidmat dan penuh kehangatan hingga kegiatan ditutup sekitar pukul 22.30 WIB dalam keadaan aman dan tertib.

Sinergi yang Menyatukan

Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H ini menjadi simbol kuat bahwa Polri, di bawah kepemimpinan Kapolda Riau dan Kapolres Siak, tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra spiritual dan sosial masyarakat.

Momentum Ramadhan dimaknai bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan nilai humanis, ketegasan dalam prinsip, serta integritas yang berlandaskan iman — demi terwujudnya kamtibmas yang kondusif dan masyarakat yang sejahtera.

Report: Sudirlam
© Copyright 2022 - Radar007