Catatan Redaksi

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita, anda dapat juga mengirimkan artikel atau berita sanggahan dan koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11 dan 12) undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email Redaksi atau Hubungi No telpon tercantum di bok redaksi

Iklan Disini

Breaking News

Ir. Soegiharto Santoso Tegaskan Kedaulatan Infrastruktur AI di Surabaya: “Jangan Terjebak Blackbox, Bangun Fondasi Digital Berdaulat!”



Surabaya, 11 Februari 2026 – Tokoh teknologi nasional, Ir. Soegiharto Santoso, kembali menegaskan pentingnya kedaulatan infrastruktur digital dalam era kecerdasan buatan (AI) saat memberikan sambutan utama pada kegiatan bertema “AI Driven Secure & Efficient: Engineering The Digital Transformation Blueprint” di Hotel Grand Inna Surabaya.

Kegiatan yang digelar oleh Yorindo Communication bersama APTIKNAS dan APKOMINDO ini menjadi bagian dari roadshow nasional yang mempertemukan regulator, asosiasi industri, dan pelaku usaha lintas sektor dalam satu forum strategis transformasi digital.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, merangkap Sekretaris Jenderal PERATIN serta Wakil Ketua Umum SPRI, Soegiharto menekankan bahwa adopsi AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan keputusan strategis yang menentukan masa depan daya saing nasional.

> “AI hanya akan menjadi lompatan produktivitas jika dibangun di atas infrastruktur yang efisien, aman, dan berdaulat. Tanpa fondasi itu, kita berisiko terjebak dalam solusi ‘blackbox’ yang tidak transparan dan berpotensi mengancam kedaulatan data nasional,” tegas Soegiharto di hadapan peserta dari sektor manufaktur, perbankan, pendidikan, hingga logistik.

AI Harus Diorkestrasi, Bukan Sekadar Dipasang

Dalam paparannya bertajuk “The AI Empowerment, Orchestrating Digital Infrastructure”, Soegiharto menjelaskan bahwa tantangan terbesar transformasi digital bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan kesiapan arsitektur sistem.

Ia mengurai pilihan strategis antara Cloud AI publik dan infrastruktur AI mandiri (On-Premise), terutama untuk sektor dengan sensitivitas data tinggi seperti kesehatan dan keuangan. Menurutnya, pendekatan On-Premise dengan jaringan terisolasi dapat menjadi solusi untuk menjaga kepatuhan regulasi dan integritas data.

> “AI bukan hanya chatbot atau analitik permukaan. Dengan arsitektur yang tepat, AI bisa menjadi agen otomatisasi nyata di lini produksi, memangkas biaya, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan keunggulan kompetitif yang fundamental,” ujarnya.

Soegiharto juga mengingatkan bahwa keamanan siber bukanlah beban biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Sinergi dengan BSSN: Keamanan Bukan Opsi, Tapi Keharusan

Kegiatan ini turut diperkuat kehadiran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang selama dua hari penuh memberikan pemaparan teknis terkait keamanan siber sektor kesehatan dan industri.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, memaparkan bahwa sepanjang 2024 tercatat 351,7 juta anomali trafik siber di Indonesia, dengan dominasi serangan malware mencapai 66,59 persen.

Ia menegaskan bahwa sistem IoT dan Industrial Control Systems (ICS) di pabrik pintar sangat rentan terhadap serangan ransomware dan spionase industri apabila tidak dirancang dengan standar keamanan sejak awal.

> “Keamanan siber harus menjadi bagian dari desain, bukan sekadar lapisan pelindung di akhir. Jangan bangun pabrik pintar di atas fondasi yang rapuh,” tegasnya.

Dari Smart Hospital ke Smart Industry

Roadshow dua hari ini sebelumnya diawali dengan tema “AI Driven Hospital: Strategi Menyiapkan Ekosistem Smart Hospital Menuju Hospital 5.0”, yang membahas kesiapan infrastruktur digital untuk telesurgery dan integrasi Internet of Medical Things (IoMT).

Memasuki hari kedua, diskusi diperluas ke sektor industri umum dengan fokus efisiensi operasional berbasis AI dan IoT. Sesi ditutup dengan workshop teknis pembuatan workflow automation menggunakan platform n8n, yang memberikan pengalaman praktik langsung bagi peserta.

Kehadiran para vendor solusi teknologi serta pengurus DPD APTIKNAS dan APKOMINDO Jawa Timur semakin memperkaya perspektif teknis dan aplikatif.

Membangun Blueprint Transformasi Digital Nasional

Menutup sambutannya, Soegiharto mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menjadi sekadar pengguna teknologi global, melainkan arsitek transformasi digital Indonesia.

> “Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi pelaku, perancang, dan pengendali infrastruktur digital kita sendiri. Transformasi digital harus dibangun dengan integritas, kepatuhan regulasi, dan komitmen menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menjadi indikator kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan industri adalah fondasi utama untuk menavigasi era AI secara aman, efisien, dan berdaulat.

Report: Sudirlam
© Copyright 2022 - Radar007