Catatan Redaksi

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita, anda dapat juga mengirimkan artikel atau berita sanggahan dan koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11 dan 12) undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email Redaksi atau Hubungi No telpon tercantum di bok redaksi

Iklan Disini

Breaking News

Resmi Diperkenalkan! Jersey dan Skuad ISP Purworejo Siap Tempur di Liga 4 Jateng

 

PURWOREJO - UISP Purworejo menegaskan kehadirannya di kancah sepak bola Jawa Tengah lewat peluncuran tim dan jersey anyar untuk musim Liga 4 2025–2026. Malam launching yang digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Jumat (12/12/2025) berubah menjadi pesta penuh semangat ketika ratusan suporter memadati lokasi, bergabung dengan para pejabat daerah dan pengurus klub.

Sorotan utama acara terjadi saat CEO ISP Purworejo, Muhammad Rafli Firmansyah, menyerahkan jersey resmi kepada Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi. Prosesi tersebut langsung disusul pemotongan tumpeng sebagai tanda dimulainya perjalanan baru ISP. Pementasan tari Dolalak dan fashion show yang menampilkan jersey musim ini membuat suasana semakin hidup.

Rafli mengungkapkan bahwa musim ini merupakan momentum penuh dinamika bagi ISP. Klub baru resmi mendaftar hanya dua hari sebelum penutupan pendaftaran Liga 4 dan menjadi peserta terakhir yang masuk kompetisi tersebut. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas—hanya 12 hari menuju laga perdana—tim bekerja cepat membentuk skuad, menyeleksi pemain, dan menyusun program latihan.

ISP memperkenalkan tiga jersey utama berwarna merah, kuning, dan ungu. Sementara itu, jersey khusus penjaga gawang dijadwalkan rilis tersendiri. Rafli menegaskan bahwa ISP kini hadir sebagai klub berbadan hukum yang ingin melangkah lebih profesional.

“Target kami realistis: lolos 16 besar pada musim pertama. Kami ingin memastikan ISP bukan sekadar penggembira di Liga 4,” ucapnya.

Saat ini ISP dihuni 21 pemain, termasuk delapan talenta lokal Purworejo hasil seleksi terbuka tanpa titipan. Klub ini masuk Grup 7 bersama Persibat Batang dan Wijayakusuma Cilacap. Pertandingan perdana dijadwalkan berlangsung 23 Desember 2025 melawan Wijayakusuma di Cilacap.

Rafli menegaskan bahwa kebangkitan ISP tidak bisa dilepaskan dari dorongan para suporter yang tergabung dalam komunitas seperti Rudolf Boys, Tempur Mania, Baledono Boys, dan kelompok lainnya. Ia mengapresiasi dukungan tersebut sekaligus mengimbau agar suporter menjaga ketertiban dalam setiap laga.

“Mari kita jaga Purworejo tetap adem, ayem, dan guyup rukun. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan oleh ulah oknum,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Rafli menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo yang merespons cepat kehadiran ISP dan memberikan dukungan melalui hibah KONI senilai Rp300 juta. Menurutnya, hibah tersebut merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk kebutuhan sepak bola, jumlah itu memang belum besar. Dua putaran babak grup saja membutuhkan sekitar Rp280 juta. Tetapi dukungan ini sangat berarti, apalagi kami juga dibantu sponsor berupa dana segar maupun material,” jelasnya.

Setelah Liga 4, ISP berencana menyiapkan skuad usia muda untuk tampil di Piala Soeratin sebagai bagian dari pengembangan pemain. “Kami mulai fokus pada kelompok umur U-17 dan di bawahnya. ISP ingin hadir lengkap dari tim senior hingga pembinaan usia dini,” ujar Rafli.

Sementara itu, Wakil Bupati Dion Agasi Setyabudi dalam sambutannya menekankan bahwa sepak bola harus menjadi ruang pemersatu masyarakat Purworejo. Ia mengajak seluruh pihak menanggalkan kepentingan pribadi dalam mendukung klub kebanggaan daerah.

“Tolong, singkirkan dulu warna politiknya, singkirkan dulu kepentingannya. Ora seneng karo wonge ora apa-apa, sing penting seneng karo ISP-ne,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Dion memuji keberanian ISP mendaftar di menit terakhir sebagai bukti tekad membangkitkan kembali prestasi sepak bola Purworejo. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen—birokrat, politisi, pengusaha, TNI, Polri, hingga suporter—menjadi kunci menuju kejayaan.

“Sering kali kita larut dalam euforia, tetapi miskin substansi. Hari ini kita menegaskan komitmen bersama memajukan sepak bola Purworejo,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin berat, terutama jika ISP suatu hari mencapai Liga 2 yang tergolong kompetisi profesional dan tidak lagi boleh menggunakan anggaran APBD.

“Nek ngimpine Liga 2, dipikirke sesuk. Saiki fokus dulu tampil maksimal di Liga 4, lalu naik kasta ke Liga 3. Step by step,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dion mengajak seluruh warga Purworejo turut hadir mendukung ISP dalam setiap laga. “Ajak keluarga, kerabat, dan tetangga datang ke stadion. Kita dukung bersama tim kebanggaan kita, ISP Purworejo,” serunya. (IMRN)


Mustakim

www.radar007.co.id
© Copyright 2022 - Radar007