Catatan Redaksi

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita, anda dapat juga mengirimkan artikel atau berita sanggahan dan koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11 dan 12) undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email Redaksi atau Hubungi No telpon tercantum di bok redaksi

Iklan Disini

Breaking News

Puncak HUT ke-80 PGRI Purworejo: Fokus pada Kemandirian Aset dan Soliditas Organisasi

PURWOREJO – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo menggelar resepsi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025. Acara yang mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas" ini berlangsung di Aula Gedung PGRI Purworejo, pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Selain menjadi ajang syukuran, acara ini juga menjadi momen refleksi bagi organisasi guru tersebut, mulai dari pencapaian prestasi, rencana strategis kepemilikan aset mandiri, hingga penguatan soliditas anggota.

Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, dalam wawancaranya usai acara, menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat dan dedikasi para guru serta pengurus cabang di tingkat kecamatan.

Irianto mengungkapkan rasa bangganya terhadap capaian para anggota PGRI Purworejo yang berhasil menembus kompetisi hingga tingkat provinsi dan nasional. Beberapa cabang olahraga seperti catur dan bulu tangkis berhasil mewakili daerah hingga ke level provinsi setelah melalui persaingan ketat di tingkat karesidenan.

Selain olahraga, prestasi akademik juga menjadi sorotan. Meski sempat terlewat dalam seremoni penyerahan piala, Irianto mencatat adanya anggota yang berhasil meraih juara satu tingkat nasional dalam lomba penulisan buku.
"Walaupun dengan susah payah dan biaya yang luar biasa, semangat gotong royong anggota sangat membanggakan. Bagi saya, semangat pengurus cabang di kecamatan-kecamatan saat ini justru melebihi semangat kami di pengurus kabupaten," ujar Irianto.

Pak Gun mencontohkan inisiatif luar biasa dari beberapa Pengurus Cabang (PC) seperti Kecamatan Grabag, Kaligesing, Pituruh, dan Bruno. Khusus untuk Kecamatan Bruno, Irianto memuji kemampuan mereka menghadirkan tokoh-tokoh penting dari tingkat karesidenan, provinsi, hingga pembuat konten (YouTuber) dalam acara lokal mereka, sesuatu yang dinilai melampaui kegiatan tingkat kabupaten.

Salah satu poin krusial yang disampaikan Irianto adalah rencana PGRI Kabupaten Purworejo untuk memiliki lahan sendiri. Saat ini, Gedung PGRI memang milik organisasi, namun berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah dengan sistem sewa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran jangka panjang jika sewaktu-waktu pemerintah membutuhkan lahan tersebut.

Berdasarkan hasil Konferensi Kabupaten tahun 2025, diputuskan sebuah langkah strategis untuk menggalang dana pembelian tanah.

"Diputuskan bahwa setiap anggota penerima tunjangan profesi diharapkan memberikan iuran atau sumbangan setiap bulan selama dua tahun. Dana ini akan dialokasikan untuk mencari dan membeli tanah yang strategis," jelas Irianto.

Visi jangka panjangnya adalah membangun gedung pertemuan representatif yang dapat disewakan untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga atau pertemuan umum. Tujuannya adalah agar PGRI memiliki unit usaha yang menghasilkan pendapatan mandiri (income generating).

"Harapannya, jika PGRI sudah punya bidang usaha dan uang kas yang kuat, ke depan kita tidak perlu lagi memungut iuran dari anggota (seperti iuran Rp35.000 saat ini) untuk melaksanakan kegiatan besar. Anggota bisa fokus bekerja, sementara organisasi bisa hidup dari aset yang dikelola," tambahnya.

Menutup wawancara, Irianto menekankan bahwa rangkaian kegiatan HUT PGRI mulai dari lomba, tasyakuran, upacara, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, hingga resepsi bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini adalah indikator persatuan.
"Indikator bersatu itu sederhana: jika ada instruksi dari kabupaten dan dilaksanakan oleh cabang, berarti kita solid. Saya melihat soliditas periode ini sangat kuat," tegasnya.

Irianto juga menyoroti pentingnya transparansi dan keteladanan pemimpin dalam menjaga kepercayaan anggota. Ia menceritakan prinsip pribadinya selama memimpin, di mana ia menolak mengambil hak uang saku, uang makan, atau uang transportasi saat bertugas, kecuali sekadar pengisian bahan bakar kendaraan.

"Transparansi ini penting untuk memberikan pembelajaran bahwa berorganisasi itu bukan untuk mencari uang, tetapi memikirkan bagaimana organisasi bisa hidup dan anggotanya sejahtera," pungkas Irianto.

Resepsi ini diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada para guru berprestasi, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 di Kabupaten Purworejo. (HH)

Mustakim 

www.radar007.co.id
© Copyright 2022 - Radar007